Kasus Ruyati: Ujian Kaum Muslimin
Telah terjadi hukum pancung atas ibu Ruyati pada tanggal 18 Juni 2011 lalu di negara Saudi Arabia (http://m.inilah.com/read/detail/1620212/inilah-kronologis-proses-hukum-tki-ruyati/), kejadian yang cukup menggemparkan, terutama di Indonesia. Bagaimana tidak? Ibu Ruyati -semoga Allah merahmatinya-, adalah seorang ibu berkewarganegaraan Indonesia, yang bekerja menjadi TKW di Saudi Arabia telah dihukum pancung. Seolah tiada hujan tiada angin, tiba-tiba berita duka tersebut menghujani tanah air ini dengan deras, bahkan keluarga korbanpun mengaku tidak mendapat informasi yang cukup. Sebagaimana pemerintah Indonesia juga mengaku demikian.
Informasi yang tiba-tiba dan dengan segala kekurangannya mengundang banyak komentar di berbagai kesempatan. Tentu, komentar itu pun bermacam-macam sesuai keberagaman orang yang berkomentar. (more…)
Untaian Mutiara Hadits Nabawiyyah tentang Pergaulan Suami Istri
“Aku seorang wanita yang telah berkeluarga dan memiliki putra yang hampir berusia 2 tahun,” demikian ucapan seorang istri mengawali pengaduan dan pertanyaannya kepada Fadhilatusy Syaikh Muhammad ibn Shalih Al-Utsaimin Rohimahullah. “Permasalahanku dengan suamiku, ia telah mengusirku dari rumah sebanyak dua kali dan sekarang kali yang ketiga. Namun setiap kali diusir, aku selalu kembali kepadanya seraya meminta agar ia memperbaiki pergaulannya denganku. Juga agar ia membiarkan putranya hidup dekat dengan ayahnya dan dalam asuhannya. Namun ia tetap berbuat jelek terhadapku serta pelit dalam memberikan nafkah kepadaku dan putranya. Ia pun melarangku untuk punya anak lagi padahal aku dalam keadaan sehat wal afiat, alhamdulillah. Ia juga melarangku mengunjungi keluargaku. Ia sering masuk rumah dengan tiba-tiba tanpa mengucapkan salam untuk mengejutkanku. Sekarang aku dan putraku tinggal di rumah orangtuaku. Ia sendiri tak pernah menanyakan tentang diriku, tidak pula tentang putranya. Aku takut sekiranya aku telah berbuat dosa yang membuat Allah Subhanahu wa Ta’ala murka. Berilah fatwa kepadaku semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.” Demikian si wanita menutup permasalahannya. (more…)
Perang Tabuk (bagian-1)
Bulan Rajab tahun ke sembilan hijrah. Panas menyengat kota Madinah. Pasir dan batu bagaikan bara api. Tetapi pada saat itu buah-buahan sedang ranum-ranumnya untuk dipetik. Sehingga betul-betul menggoda hati untuk tidak beranjak menikmati teduhnya naungan, menanti panen.
Sebab-sebab Peperangan
Setelah jatuhnya Makkah ke pangkuan Islam. Sirna pula keraguan terhadap risalah yang diemban Manusia Agung, Muhammad bin ‘Abdillah bin ‘Abdul Muththalib Sholallahu ‘alayhi wa Sallam. Manusiapun memeluk Islam berbondong-bondong. Kaum musliminpun mulai tenang mempelajari syariat Islam di negeri-negeri mereka.
Tetapi, nun jauh di utara, di luar bumi Hijaz. Satu kekuatan besar mengancam perkembangan agama yang baru bersemi ini. Kekuatan Imperium Romawi. (more…)
Kembali Kepada Allah
(oleh Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal)
٢٨١. وَاتَّقُواْ يَوْماً تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ
“Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” (Al-Baqarah: 281)
Penjelasan beberapa mufradat ayat
وَاتَّقُواْ يَوْماً
“Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari…”
Yang dimaksud hari di sini adalah hari kiamat, sebagaimana pendapat jumhur ulama. Adapula yang berpendapat bahwa yang dimaksud adalah hari kematian. Disebutkan “hari” dalam bentuk nakirah dan dikuatkan dengan perintah “wattaqu”, menunjukkan peringatan besar akan terjadinya hari yang mengerikan tersebut yang menyebabkan anak-anak menjadi beruban rambutnya. (Tafsir Al-Alusi, Fathul Qadir, Asy-Syaukani) (more…)
Pernikahan Indah dan Suci
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدالله حمداكثيراطيبامباركا فيه كمايحب ربناويرضى
أشهدأن لاإله إلاالله وحده لاشريك له وأشهدأن محمداعبده ورسوله
أمابعد :
Saudara-saudaraku kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah, semoga Allah selalu menjaga kita semua. . .
Merupakan nikmat dari Allah ‘Azza wa Jalla yang paling besar adalah ni’matul Islam, yaitu nikmat memeluk agama Islam. Di mana dengan nikmat ini kita diselamatkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla dari agama-agama kafir, sehingga kita tidak akan kekal di dalam neraka. Di samping itu juga, dengan memeluk agama Islam ini kita akan merasakan ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan hidup yang hakiki, baik di dunia maupun di akhirat (dengan catatan: kita mau mengilmui serta mengamalkan nilai-nilai agama ini secara kaffah), karena memang agama ini mengajarkan segala bentuk maslahat, prinsip-prinsip kebaikan, keadilan dan keselamatan, serta memperingatkan dari segala macam madharat, kejelekan, kejahatan maupun perkara-perkara yang membahayakan. Agama ini adalah rahmat yang dengannya Rasulullah Sholallahu ‘alayhi wa salam diutus, sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla:
١٠٧. وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al Anbiya’ : 107).
Maka tidaklah ada satu agamapun yang mengandung semua kebaikan dan mencegah dari seluruh bentuk kejelekan kecuali agama yang sempurna (Ad Dienul Kamil). Di mana, agama yang sempurna adalah agama yang utuh, lengkap, dan berbicara tentang seluruh aspek kehidupan, zhahir dan batin. Di dalamnya terdapat ajaran tentang hubungan manusia dengan Allah Rabbnya ‘Azza wa Jalla, hubungan dengan sesama manusia, hubungan dengan alam semesta, hubungan dengan makhluk-makhluk yang lain, dan hubungan dengan diri sendiri. Di dalamnya juga terdapat konsep-konsep muamalah duniawiyah dan ukhrawiyah. Di dalamnya juga terdapat prinsip dan nilai-nilai aqidah, ibadah, akhlaq, muamalah, halal-haram, dan lain sebagainya. Sehingga, agama yang sempurna sejatinya adalah agama yang mampu memanusiakan manusia secara utuh dan menempatkannya pada maqam (kedudukan) yang mulia.
Maka barangsiapa yang mau mengilmui ad dienul kamil, mengamalkan ajaran-ajarannya secara kaffah dan istiqamah di atasnya, berarti dia adalah manusia yang utuh dan memiliki kedudukan yang mulia.
Dialah manusia yang merasakan kebahagiaan yang sejati di dunia berupa ketenangan hidup, kedamaian, ketentraman serta keselamatan dari fitnah syubhat dan syahwat; Demikian pula kebahagiaan yang sejati di akhirat berupa keridhaan Allah ‘Azza wa Jalla, keselamatan dari adzab neraka, serta kenikmatan dan kemuliaan di dalam jannah. Sebaliknya barangsiapa menjauh dari ad dienul kamil, tidak mengilmui dan mengamalkan ajaran-ajarannya, maka dia akan sangat rentan terjatuh ke dalam berbagai bentuk pelanggaran syari’at; dan kelak Allah ‘Azza wa Jalla yang akan membalas dia dengan hukuman yang setimpal sesuai dengan kadar kejahatan yang telah dia lakukan.
Saudara-saudaraku kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah, semoga Allah selalu melindungi kita. . .
Setelah kita memahami betapa pentingnya bagi kita untuk senantiasa menempuh jalan ad dienul kamil (agama yang sempurna), mengilmui dan mengamalkannya secara kaffah, maka ketahuilah, bahwa tidak ada satu tingkat kesempurnaan, utuh dan lengkap mengatur semua sisi kehidupan kecuali Dienul lslam (agama Islam). Allah ‘Azza wa Jalla sendiri telah merekomendasikan kesempurnaan Islam ini dengan firmanNya:
…الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً…
…Pada hari ini telah Kesempurnakan bagi kalian agama kalian, dan telah Kucukupkan nikmat-Ku atas kalian, dan telah Kuridhai Islam sebagai agama bagi kalian… (QS. Al Maidah: 3).
Al Islam adalah agama yang sempurna. Tidak ada satu kisipun dari kehidupan ini kecuali telah tersentuh bias cahaya Islam. Maka sudah selayaknya bagi kaum muslimin untuk berpegang teguh dengan ajaran-ajaran Islam, meluruskan pola pikir dan pemahamannya sesuai Islam, serta menjadikan Islam sebagai pijakan yang pertama dan utama dalam mengarungi samudra kehidupan ini.
Saudara-saudaraku kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah. . .
Salah satu kisi penting dari kehidupan ini yang tidak lepas dari perhatian Islam adalah PERNIKAHAN. Islam datang dengan membawa ajaran dan aturan yang demikian indah serta mengagumkan dalam masalah ini. Di mana, Islam tampil sebagai suatu konsep dan ideologi yang benar-benar ‘memanusiakan manusia’ (dalam hal pernikahan), memuliakan dan menempatkannya pada kedudukan yang terhormat. Islam mengatur masalah pernikahan dengan baik dan disiplin, sehingga pernikahan dalam pandangan Islam dan yang dijalankan sesuai tata cara Islam sangatlah jauh dari bentuk-bentuk perzinaan (walau sekecil apapun), jauh dari nuansa pornoaksi/pornografi, kerusakan, kejelekan, maupun perkara-perkara yang tidak pantas, baik dalam perspektif agama, fitrah yang suci, adat-istiadat yang baik, tata sosial kemasyarakatan yang lurus, serta nilai-nilai etika dan moralitas. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas MAKNA DAN TUJUAN PERNIKAHAN DALAM PANDANGAN ISLAM. (more…)
Keutamaan Hari ‘Asyura
Penulis: Al-Ustadz Saifuddin Zuhri, Lc.
Syariah, Khutbah Jum’at, 12 – Januari – 2008, 19:19:57
الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجَا (1)
قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا (2)
مَاكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا (3)
وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا (4)
مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلا لآبَائِهِمْ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِنْ يَقُولُونَ إِلا كَذِبًا (5)
(الكهف)
وَتَرَى الشَّمْسَ إِذَا طَلَعَتْ تَزَاوَرُ عَنْ كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَإِذَا غَرَبَتْ تَقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِي فَجْوَةٍ مِنْهُ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا (الكهف: ١٧)
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ إِلَى النَّاسِ كَافَةً بَشِيْرًا َونَذِيْرًا وَدَاعِيًا إلَى اللهِ بإذِنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ- وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أَمَّا بَعْدُ:
Jama’ah Jum’at yang mudah-mudahan senantiasa dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. (more…)
Pembagian Orang Kafir dalam Islam
Melihat berbagai peristiwa teror yang terjadi di berbagai negara, apalagi hal tersebut dituduhkan identik dengan syari’at yang mulia nan suci, melihat banyaknya kebingungan di kalangan kaum muslimin akibat syubhat (kerancuan) dan racun yang disusupkan oleh musuh-musuh Islam tentang terorisme dan melihat salah “terjemah” terhadap kalimat terorisme dan salah menempatkannya. Maka kami mengangkat fatwa-fatwa para ulama besar yang merupakan lentera di tengah gulita dan kelompok yang terus-menerus menampakkan kebenaran di setiap zaman (more…)
Jangan Gampang Memvonis Mati Syahid !
Penulis: Al Ustadz Qomar ZA, Lc
Eksekusi ‘Syahid’?
Pelaksanaan eksekusi pada hari Ahad dini hari tanggal 9 November 2008 M atas tiga aktor bom Bali I, Imam Samudra, Amrozi dan Mukhlas, mengundang perhatian banyak kalangan dari seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya nasional bahkan internasional. Hal inilah yang mengundang mereka berkomentar, baik atas pelaksanaan eksekusi tersebut maupun atas kematian mereka dengan eksekusi itu, kontroversipun terjadi, (more…)
Tawhid First
الشيخ العلامة المحدث ربيع بن هادي بن محمد عمير المدخلي
التوحيد أولاً
محاضرة ألقيت في ذي القعدة من عام 1423هـ
بسم الله الرحمن الرحيم
http://ashthy.wordpress.com/2007/11/18/memulai-dakwah-dengan-tauhid-solusi-tepat-memperbaiki-ummat/
Memulai dakwah dengan tauhid, Solusi tepat memperbaiki Ummat
Adapun setelahnya;
Judul pertemuan pada malam yang diberkahi ini –seperti yang kalian dengar- adalah: Tauhid Terlebih Dahulu. Mengapa tauhid didahulukan? Karena ini merupakan manhajnya Allah, yang disyariatkan kepada segenap para Nabi ‘alaihimushalatu wassalam. Tak seorang Rasulpun yang mendakwahi umatnya melainkan mengawalinya dengan tauhid, walaupun dakwah-dakwah mereka (di samping dakwah tauhid) mencakup semua kebaikan bagi manusia. (more…)

Komen-komen yg Recent